-->

adsense

Apa saja jenis-jenis gangguan mental


Posttraumatic stress disorder (PTSD) adalah gangguan kejiwaan yang dapat terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis seperti bencana alam, kecelakaan serius, aksi teroris, perang / pertempuran, pemerkosaan atau serangan pribadi keras lainnya.

Orang dengan PTSD memiliki pikiran intens mengenai perasaan terkait dengan pengalaman mereka yang bertahan lama setelah peristiwa traumatis berakhir. Mereka dapat menghidupkan kembali acara melalui kilas balik atau mimpi buruk; mereka mungkin merasa sedih, takut atau marah; dan mereka mungkin merasa terlepas atau terasing dari orang lain. Orang dengan PTSD dapat menghindari situasi atau orang yang mengingatkan mereka tentang peristiwa traumatis, dan mereka mungkin memiliki reaksi negatif yang kuat terhadap sesuatu yang biasa seperti suara keras atau sentuhan yang tidak disengaja.

Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah kelainan progresif yang menyebabkan sel-sel otak merosot dan mati. Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia - penurunan terus menerus dalam kemampuan berpikir, perilaku dan sosial yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara mandiri.

Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat dan semangat yang terus-menerus. Depresi mempengaruhi cara mereka merasa, berpikir, dan berperilaku serta dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik. Mereka mungkin mengalami kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal, dan kadang-kadang Anda mungkin merasa hidup ini tidak layak.

Gangguan kecemasan (Anxiety)

Gangguan kecemasan (anxiety) adalah gangguan mental yang ditandai oleh perasaan cemas dan takut yang signifikan. Kecemasan adalah kekhawatiran tentang peristiwa di masa depan, dan ketakutan adalah reaksi terhadap peristiwa saat ini. Perasaan ini dapat menyebabkan gejala fisik, seperti detak jantung yang cepat dan kegoncangan.

ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

Diperkirakan 8,4 persen anak-anak dan 2,5 persen orang dewasa menderita ADHD. ADHD sering kali diidentifikasi pada anak-anak usia sekolah ketika hal itu menyebabkan gangguan di ruang kelas atau masalah dengan pekerjaan sekolah. Ini juga dapat mempengaruhi orang dewasa. Ini lebih umum di antara anak laki-laki daripada perempuan.

Bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive. Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Anorexia

Anorexia adalah gangguan makan yang ditandai dengan berat badan rendah yang tidak normal, rasa takut yang intens akan kenaikan berat badan dan persepsi berat yang terdistorsi. Orang dengan anoreksia menempatkan bernilai tinggi dalam mengendalikan berat badan dan bentuk tubuh mereka, menggunakan upaya ekstrem yang cenderung mengganggu kehidupan mereka.

Untuk mencegah kenaikan berat badan atau untuk terus menurunkan berat badan, penderita anoreksia biasanya sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan. Mereka dapat mengontrol asupan kalori dengan muntah setelah makan atau dengan menyalahgunakan obat pencahar, bantuan diet, diuretik atau enema. Mereka juga dapat mencoba menurunkan berat badan dengan berolahraga secara berlebihan. Tidak peduli berapa banyak berat yang hilang, orang tersebut terus takut akan kenaikan berat badan.

OCD

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan yang disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal. Seseorang yang didiagnosis menderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu untuk meredakan stres akibat kondisi tertentu. Kondisi tersebut seringkali membawa rasa takut, dan meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, rasa takut itu semakin bertambah, sehingga menghasilkan sebuah tindakan yang dilakukan berulang-ulang.

ASPD

Gangguan kepribadian antisosial atau Anti Social personality disorder dan kadang-kadang disebut sosiopati, adalah kondisi mental di mana seseorang secara konsisten menunjukkan tidak menghargai benar dan salah dan mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung memusuhi, memanipulasi atau memperlakukan orang lain dengan kasar atau dengan ketidakpedulian yang berperasaan. Mereka tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan atas perilaku mereka.

Individu dengan gangguan kepribadian antisosial sering melanggar hukum, menjadi penjahat. Mereka mungkin berbohong, berperilaku kasar atau impulsif, dan memiliki masalah dengan penggunaan narkoba dan alkohol. Karena karakteristik ini, orang dengan gangguan ini biasanya tidak dapat memenuhi tanggung jawab terkait dengan keluarga, pekerjaan atau sekolah.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel